" PEMANFAATAN TEKNOLOGI KOMPUTER DI BIDANG KELAUTAN"
Pada jaman sekarang ini, teknologi komputer sangat berguna bagi masyarat terutama dalam bidang kelautan.
adapun contoh pemanfaatan kelautan yang ada di Indonesia adalah di Kalimantan :
Berikut adalah penjelasan tentang Pemanfaatan teknologi komputer di Kalimantan.
daya ikan laut dan semakin terbukanya akses pasar
bagi komoditas hasil perikanan di Provinsi Kalimantan Barat telah
memberikan peningkatan kesejahteraan bagi para nelayan.Dan tidak
terasa, sudah lebih dari dua dasa warsa
A.POTENSI DI BIDANG KELAUTAN
Kalimantan Barat memiliki sumber daya kelautan dan perikanan yang
sangat menjanjikan dengan garis pantai panjang 821 km. Dalam sektor
perikanan tangkap di provinsi Kalimantan Barat sampai saat ini masih
memberikan kontribusi terbesar bagi pembangunan sektor perikanan secara
keseluruhan. Hal ini disebabkan karena :
1.Potensi sumber daya perikanan laut maupun perairan umum Kalimantan Barat cukup besar.
2.Penduduk Kalimantan Barat sebagian besar tinggal di daerah pesisir
sehingga pada umumnya mereka memilih profesi sebagai nelayan.
3.Pengetahuan tentang pembudidayaan ikan yang dimiliki masyarakat pesisir pada umumnya masih sangat terbatas.
Melimpahnya sumber rsa perkembangan sektor perikanan
tangkap memberikan andil yang cukup besar bagi pembangunan ekonomi
provinsi Kalimantan Barat.
2. Sumber Daya Ikan Dan Daerah Perlindungan Laut
Pengelolaan sumberdaya perikanan berbasis kawasan dan pembentukanan
Daerah Perlindungan Laut merupakan salah satu model untuk
mengoptimalkan pengelolaan dengan mempertimbangkan keseimbangan
berbagai aspek seperti ekologi, ekonomi dan sosial.
Model pengelolaan ini didasari bahwa setiap wilayah perairan laut
mempunyai karakteristik ekologi, ekonomi dan sosial yang berbeda, oleh
karena itu penanganannya juga memerlukan pendekatan yang berbeda.
Sumber daya perikanan di perairan laut Kalimantan Barat dapat dikelompokan menjadi :
1. Sumber daya ikan di kawasan muara sungai.
2. Sumber daya ikan di perairan pantai.
3. Sumber daya ikan di perairan lepas pantai.
4. Sumber daya ikan di wilayah terumbu karang dan pulau-pulau kecil.
Di kawasan daerah perlindungan laut ini, semua nelayan dan masyarakat
umum dilarang masuk dengan alasan apapun karena dikhawatirkan dapat
mengganggu dan merusak habitat dan sumberdaya ikan yang hidup
didalamnya.
Daerah perlindungan laut diperlukan tidak hanya untuk melindungi
habitat dan berkembang biaknya sumberdaya ikan pada suatu kawasan
perairan, akan tetapi secara ekonomi juga akan menjamin bahwa
sumberdaya ikan hasil tangkapan nelayan berkualitas baik dengan volume
yang stabil.
Dari aspek sosial keberadaan daerah perlindungan laut akan menjamin
penyerapan tenaga kerja karena gejala overfishing dapat dihindarkan dan
menghindari terjadinya konflik antar nelayan karena daerah
perlindungan laut memiliki batas-batas wilayah pengelolaan yang jelas.
3. Masalah yang dihadapi
Secara umum masalah yang dihadapi dalam bidang perikanan laut di Kalimantan Barat adalah sebagai berikut :
1.Rendahnya kualitas sumberdaya manusia.
2.Lemahnya pemanfaatan teknologi di bidang kelautan dan perikanan.
3.Jaringan pemasaran yang sempit.
4.kesulitan dalam mengakses permodalan.
maka seharusnya, untuk mengatasi masalah ini pemerintah Kalimantan
Barat memberikan kebijakan dalam pengelolaan untuk menangani bidang
perikanan laut, antara lain:
1.Pembatasan terhadap penggunaan beberapa macam alat penangkapan dengan cara membatasi daerah penangkapannya.
2.Penangkapan terhadap kapal asing yang sering mencuri ikan di laut
Kalimantan Barat agar nelayan di Kalimantan Barat tidak dirugikan.
3.Pengawasan yang ketat oleh pemerintah Kalimantan Barat agar
penangkapan ikan oleh kapal-kapal yang menggunakan teknologi canggih
serta menangkap ikan dalam jumlah yang banyak yang akan merusak
ekosistem laut.
4.Menyediakan pelatihan kepada para nelayan agar mereka dapat meningkatkan kemampuan teknik penangkapan ikan dengan benar.
5.Menyediakan modal kredit bagi nelayan kecil untuk membantu mereka membeli alat-alat penangkapan ikan yang lebih modern.
6.Meningkatkan fasilitas pemasaran di pelabuhan ikan. Hal ini akan membantu nelayan dalam meningkatkan sistem pemasaran.
Kebijakan dalam pengelolaan untuk menangani bidang perikanan laut
tersebut di atas di maksudkan agar para nelayan dapat meningkatkan
pendapatan mereka serta meningkatkan kualitas mereka sebagai nelayan.
4. Tuan Rumah di Laut Sendiri
Ada satu prinsip yang harus dipegang dalam kebijakan perikanan dan
kelautan saat ini dan yang akan datang bahwa Bagaimanapun juga nelayan
Indonesia harus mampu menjadi tuan rumah di lautnya sendiri.Untuk
mencapai hal tersebut, maka harus diupayakan mentransformasi para
nelayan tradisional di Kalimantan Barat menjadi nelayan modern yang
tangguh untuk memanfaatkan semua potensi sumberdaya ikan yang ada.
Selain itu dapat memainkan peran ganda dalam membantu menjalankan
fungsi pengawasan terhadap berbagai praktek ilegal yang dilakukan di
laut, terutama oleh nelayan-nelayan kapal asing yang masih berseliwuran
menangkap ikan di perairan Indonesia tanpa dapat dihentikan.
Harapan-harapan tersebut memang tidaklah mudah tercapai dengan berbagai
macam permasalahan mendasar yang masih tersimpan. Namun dengan
keyakinan dan kekuatan yang digalang dari semua pihak, maka sumberdaya
perikanan laut Indonesia khususnya di Kalimantan Barat dengan
keanekaragaman yang melimpah dengan jumlah stok yang sangat besar akan
tetap memberi harapan dan peluang yang sangat terbuka lebar untuk
mewujudkannya.
B.POTENSI DI WILAYAH PANTAI
Wilayah pantai merupakan wilayah pertemuan antara daratan dan lautan.
Perubahan-perubahan yang terjadi sebagai akibat proses endogen dan
eksogen akan dapat terlihat pada wilayah tersebut, baik perubahan dari
geomorfologi, proses-proses erosi dan sedimentasi, jenis tanah dan
batuan sedimen yang terbentuk, kondisi hidrogeologi, berbagai proses
bencana alam, dan perubahan ekosistem maupun lingkungan manusia. Berikut
akan di paparka mengenai hal-hal yang berkaitan dengan wilayah pantai
dikalimantan barat.
1. Jenis-jenis pantai yang ada di Kalimantan Barat
Bentuk-bentuk pantai ada berbagai macam sebagai akibat dari berbagai
proses geologi yang membentuknya dan batuan serta struktur geologi yang
mengendalikannya. Ada pantai yang berbentuk dataran yang landai baik
yang sempit maupun yang lebar, atau pantai yang bertebing terjal dan
berbatu-batu, dan berteluk-teluk. Berikut ini beberapa ulasan mengenai
bentuk pantai yang terdapat di Kalimantan Barat.
a). Pantai berdataran yang luas dan panjang
Ada beberapa daerah Kalimantan Barat yang memiliki pantai seperti ini,
pantai ini mempunyai ciri adanya dataran yang luas. Banyak yang lurus,
dasar laut yang relatif dangkal dan merupakan hasil endapan sedimen
dari daratan, dengan kemiringan kearah laut dalam secara gradual.
Kerja gelombang di pantai menghasilkan berbagai morfologi seperti
pematang pantai laguna (lagoon) dengan dan delta. Banyak dari gejala
tersebut di atas dibentuk karena munculnya dasar laut, ke permukaan.
Dalam perkembangannya, kedua jenis pantai tersebut dapat berelevasi ke
berbagai bentuk pantai.
b). Delta
Delta merupakan dataran di muara sungai yang terbentuk sebagai akibat
dari endapan sedimen di laut yang berasal dari sungai. Berbagai bentuk
delta dikenal tergantung kepada kondisi morfologi sungai, morfologi
dataran, arah gelombang laut, kedalaman laut. Salah satu kota yang
berdiri di atas delta di provinsi Kalimantan Barat yaitu kota Ketapang.
2. Daya Dukung Wilayah Pantai
Kawasan pantai di Kalimantan Barat umumnya merupakan wilayah
pembangunan yang diminati. Hal tersebut disebabkan karena wilayah ini
mengandung banyak hal yang memberi kemudahan dan memberi daya dukung
untuk pembangunan. Kemudahan dan daya dukung tersebut adalah :
1.Wilayah pantai sebagian besar merupakan wilayah dataran dengan
kemiringan lereng yang datar atau hampir datar, sehingga mudah dicapai
dan banyak pembangunan dapat dilaksanakan.
2.Banyak sungai mengalir dan bermuara di wilayah pantai ini. Sungai
dapat menjadi sumbu air tawar, dan muara sungai menjadi wilayah
pelabuhan, misalnya sungai Kapuas, sungai Pawan, sungi Matan.
3.Tanah di wilayah dataran pantai mempunyai tanah yang lunak, gembur,
berpori sehingga dapat menjadi akifer air tanah yang baik dan dangkal
dibandingkan dengan wilayah pegunungan. Tanah yang lunak dan gembur
merupakan tanah yang relatif mudah digarap menjadi kawasan pertanian dan
sawah.
4.Wilayah pantai yang merupakan pertemuan antara daratan dan lautan
pada umumnya mempunyai pemandangan yang indah dan mempesona, sehingga
dapat berkembang menjadi daerah pariwisata bahari, lebih-lebih jika
terdapat terumbu karang.Pantai yang pemandangannya indah di Kalimantan
Barat antara lain:pantai Pasir Panjang, pantai Pulau Datok, pantai
Tanjungbelandang.
5.Wilayah pantai terdapat berbagai ekosistem seperti wilayah hutan
bakau, terumbu karang, laguna, muara sungai/delta, dan pantai landai
berpasir.
6.Wilayah pantai juga dapat menjadi tempat pembudidayaan telur penyu dan tambak ikan.
3. Budi Daya Wilayah Pantai
Pantai memiliki banyak sekali potensi yang bisa di kembangkan misalnya
seperti, pembangunan pusat pelabuhan agar memberi kemudahan
transportasi bagi para penduduk, Bentuk pantai yang landai dapat
memungkinkan untuk dikembangkan sebagai objek wisata, pada pesisir
pantai dapat dikelola menjadi pembudidayaan telur penyu, serta dapat
dijadikan pemukiman penduduk dan pembudidayaan ikan seperti tambak
ikan.
sumber : http://sofia104015.blogspot.com/2011/11/pemanfaatan-teknologi-komputer-di.html